Tajam, Dipercaya, Independent

Bupati Harapkan Adanya Perhatian Khusus Pemerintah Pusat Terhadap Perkebunan Kelapa di Inhil

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Inhil HM Wardan mengharapkan adanya perhatian khusus dari Pemerintah Pusat akan perkebunan kelapa terutama perkebunan kelapa yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir. Perhatian itu bisa diwujudkan dengan melakukan peremajaan perkebunan kelapa dan pengembangan industri pengolahan berbasis kelapa.

Disampaikan Bupati dalam pidato pengantarnya saat opening ceremony coconut exhibition 2017 bertempat dilapangan upacara jalan Gadjah Mada Tembilahan, sabtu (9/9/2017), penggalakan industri pengolahan berbasis kelapa menjadi sangat realistis seiring dengan meningkatnya kebutuhan kelapa baik dalam ruang lingkup lokal, regional, nasional bahkan internasional.

“Dengan semangat kerjasama dan bekerja bersama – sama, melalui beberapa target yang dicanangkan ini akan menjadikan kelapa sebagai komoditas dunia yang mampu mengentaskan kemiskinan” Sampaikan Bupati.

Dalam segmen pembukaan Festival Kelapa Internasional Tahun 2017, menurut Bupati juga sengaja disajikan berbagai tampilan atraktif dan inovatif yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Inhil.

“Sebagai suatu rangkaian dalam Festival Kelapa Internasional, para delegasi dan masyarakat Kabupaten Inhil akan disuguhkan dengan sajian 500 jenis kuliner berbahan baku kelapa sebagai sebuah refleksi begitu banyaknya manfaat kelapa untuk dijadikan bahan dalam komposisi masakan,”

Dengan berbagai manfaat dari kelapa ini, Bupati berharap akan dapat menjadi daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modal di bidang perkelapaan Kabupaten Inhil.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asian And Pacific Coconut Community (APCC), Mr Uron Neil dalam sambutannya menyampaikan sepenggal kisah berdirinya APCC.

Dituturkan Mr Uron Neil, pada tahun 1968, beberapa negara di kawasan asia dan pasifik, khususnya negara – negara penghasil kelapa secara konsensus bersepakat untuk membentuk APCC.

“Kala itu, Indonesia, India, Singapura dan beberapa negara di kawasan Asia dan pasifik lainnya bersepakat menyetujui untuk membentuk APCC. Kemudian di tahun 1992 kami merekomendasikan pengukuhan APCC kepada PBB. Akhirnya, 2 September 1998, APCC mendapatkan legitimasi dimata dunia. Jadi, tanggal 2 September ditetapkan sebagai Hari Kelapa Dunia,” papar Mr Uron Neil.

Mr Uron Neil, menjelaskan, Kelapa merupakan jenis buah – buahan yang terbaik jika dibandingkan dengan buah jenis lainnya. Sebab, lanjutnya, kelapa memiliki beragam manfaat bagi kesehatan yang terkandung di dalamnya.

“Kelapa tidak sebanding dengan buah lainnya, kelapa memiliki banyak sekali kegunaan. Kelapa lebih sehat jika dibandingkan dengan buah – buahan lainnya. Air kelapa juga merupakan minuman terbaik bagi masyarakat, terutama bagi anak – anak,” terangnya.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam pidatonya, menyampaikan harapannya agar informasi tentang kelapa dapat tersebar di seluruh pelosok negeri bahkan dunia. Selain itu, Gubernur juga mengungkapkan apresiasinya terhadap para petani kelapa, khususnya petani kelapa Inhil yang dianggap telah bersikap adaptif dan mempertahankan konsistensinya atas dinamika perkelapaan yang terjadi./ Am/ ADV

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s