Tajam, Dipercaya, Independent

Pengamen Warga Lampung Ini Temui “Ajal” di Pulau Kijang

Reteh, detikriau.org – Pekerja pengamen keliling ditemukan sudah tidak lagi bernyawa di lorong sempit jalan Riau Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir, ahad (2/4/2017) sekira pukul 03.00 Wib.

Identitas pria perantau ini hanya dikenali berdasarkan SIM B 1 milik korban bernomor 610825280221 yang dikeluarkan oleh Polres Gunung Sugih Polda Lampung yang tertera bernama Riyanto, lahir di Muaro Duo 7 Agustus 1961 warga Dusun IV RT 4/2 Yukumjaya Terbanggi Besar  Lampung Tengah

Berdasarkan keterangan  Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK, melalui Kapolsek Reteh AKP Suharyono, sebelum ditemukan telah meninggal dunia,  korban pada hari Sabtu (1/4/2017) sekira pukul 13.00 WIB bertemu dengan Alifuddin di Pelabuhan Ketek/Pompong Pulau Kijang.

Setelah bercerita, korban menyatakan akan bermalam di rumah kediaman Alifuddin. Saat di rumah Alifuddin, korban bermain orgen sampai pukul 17.00 WIB. Kemudian, sesudah makan malam bersama, korban beranjak menuju kamar anak Alifuddin untuk beristirahat.

Sekira pukul 02.30 WIB, Ahad (2/4/2017) dinihari, saat itu listrik dalam keadaan mati, korban tampak gelisah sambil merintih kesakitan karena kesulitan bernapas.

Melihat kondisi korban yang mengkhawatirkan, Alifuddin segera memberitahukan kepada Ketua RT setempat Kasim Laube, untuk datang ke rumah menengok kondisi korban. Namun setibanya dirumah, korban tidak terlihat lagi bergerak. Alifuddin kemudian mendatangi Polsek Reteh untuk melaporkan kejadian tersebut.

Menerima laporan, Kapolsek Reteh AKP Suharyono, memerintahkan Anggota Polsek Reteh mendatangi TKP, sambil membawa Dokter Puskesmas Pulau Kijang, dr. Dhina Marissa.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia dengan wajar, tanpa ada penganiayaan  atau sesuatu apapun.

“sekira pukul 11.00 WIB, kita menyerahkan jenazah kepada Ketua RT, Kasim Laube, untuk di kebumikan di Pemakaman Umum Kel. Pulau Kijang Kec. Reteh Kab. Inhil-Riau.” Terang Kapolsek.

Diterangkan Kapolsek, korban merupakan seorang pengamen yang baru datang di Pulau Kijang serta tidak mempunyai sanak keluarga.

Barang dibawa korban berupa 1 unit orgen, SIM B1 An. Riyanto, 1 buah tas sandang warna abu – abu yang berisikan 1 buah charger organ, 3 buah flashdisk, 1 buah terminal USB, 1 buah Obat sesak napas merk Neo Napacin, 1 buah KIT pembersih orgen, 4 lembar baju, 1 lembar celana jeans dan 1 buah lap pembersih merk Camois Cloth.

“Korban dengan Alifuddin tidak mempunyai hubungan keluarga. karena merasa kasihan, Alifuddin membawa korban menginap di rumahnya.” Pungkas Kapolsek./Am

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s