Tajam, Dipercaya, Independent

Pungli di Dinas Kependudukan, Tim Saber Pungli Ringkus 6 orang Pelaku

Tembilahan, detikriau.org – Tim Tindak Saber Pungli Polres Inhil yang tergabung dalam Satgas Saber Pungli Kab. Inhil  telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait Pungli (Calo) dalam pembuatan Dokumen Kependudukan KK dan KTP pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Inhil.

Para pelaku, yang terdiri dari 4 orang laki – laki dan 2 orang perempuan tersebut memilik peran berbeda. AS (30 tahun), A (49 tahun), keduanya tukang ojek dan MA (30 tahun) security dari Dinas tersebut adalah calo atau penghubung. Sedangkan LS (pr, 23 tahun) EM (pr, 34 tahun) dan S (38 tahun) ketiganya adalah karyawan dan karyawati honorer Disdukcapil Kab. Inhil.

Dari tangan mereka, Tim menyita barang bukti berupa uang sebanyak Rp. 225.000.- (dua ratus dua puluh lima ribu rupiah) dengan rincian disita dari AS sebesar Rp 150.000.- (seratus lima puluh ribu rupiah), dari LS sebesar Rp 50.000.- (lima puluh ribu rupiah) dan dari EM sebesar Rp 25.000.- (dua puluh lima ribu rupiah).

Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Arry Prasetyo, S.H, M.H, membenarkan bahwa 6 orang terduga pelaku pungli telah diamankan dalam suatu OTT.

“petugas mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat dalam pengurusan KK dan KTP.” Sampaikan Arry

Menanggapi informasi tersebut, pada hari Kamis tanggal 9 Maret 2017,  pukul 14.00 WIB, Tim Tindak Saber Pungli, secara terselubung, memantau aktivitas kegiatan pembuatan KK dan KTP di Dinas Dukcapil Kab. Inhil.

Tepat pada pukul 14.30 WIB, Tim yang dipimpin Kanit Tipidkor Sat Reskrim Polres Inhil IPTU Indra Mulyadi Lubis SE, mengamankan AS di Taman Kota Jalan Swarna Bumi, bersama dengan seorang pria yang berinisial PS, dan mengaku sedang mengurus pembuatan KK. Mereka diamankan karena terpantau sedang melakukan pembicaraan pengurusan pembuatan KK (Kartu Keluarga) untuk PS. Pada saat diamankan, ditangan AS didapati uang sejumlah Rp. 150.000,- (seratus lima puluh ribu) dan foto copy KK dari PS.

Dari pengakuan AS, uang sebesar Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu) merupakan imbalan karena telah membantu pengurusan pembuatan KK di Disdukcapil Kab. Inhil. Menurut AS, pengurusan pembuatan KK tersebut diserahkan kepada LS karyawati honorer di Disdukcapil Kab. Inhil, dengan menyerahkan uang sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) setiap kali pembuatan KK.

Tim selanjutnya melakukan pengembangan dan ditemukan beberapa orang calo lain dalam pembuatan dokumen kependudukan yaitu A dalam hal proses pembuatan Surat Keterangan Pengganti KTP melalui EM, karyawati honorer Disdukcapil Kab Inhil, dengan memberi imbalan berupa uang sebesar Rp 25.000 (dua puluh lima ribu rupiah) untuk pengurusan surat dimaksud  pada hari Kamis tanggal 9 Maret 2017, serta MA, Security Disdukcapil, untuk proses pembuatan KK dengan biaya pengurusan sebesar Rp. 70.000.- (tujuh puluh ribu) melalui S, karyawan honorer merangkap operator KK Disdukcapil, dengan memberi imbalan berupa 1 (satu) bungkus rokok. Pengurusan KK tersebut, terjadi pada hari Selasa tanggal 7 Maret 2017.

“Saat ini keenam pelaku dan barang bukti sudah diamankan guna tindak lanjut penanganan kasus.” Akhiri Arry./Am

Iklan

Tagged as: ,

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s