Tajam, Dipercaya, Independent

Imingi HP, Residivis Ini “Tenggek” Anak Tiri Hingga Hamil

Tembilahan, detikriau.org – Unit Opsnal Sat Reskrim Pores Inhil membekuk Y (35) karena tega menghamili anak tirinya sendiri yang baru menginjak usia14 tahun.

Pelaku yang berprofesi sebagai penjual HP online ini, ditangkap setelah dipancing untuk bertransaksi HP di Jalan Batang Tuaka Tembilahan, pada hari Senin, 6 Maret 2017, pukul 21.00 WIB.

Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Arry Prasetyo, S.H, M.H, menceritakan bahwa kasus itu terungkap berrmula dari kecurigaan keluarga korban, ketika melihat adanya perubahan di tubuh korban.

Korban lalu ditanya oleh kakak kandungnya yang tinggal terpisah dengan korban. Bagai petir disiang bolong, ketika kakak kandungnya tersebut mendengar pengakuan korban, yang menyatakan dirinya telah dicabuli beberapa kali oleh pelaku dari Bulan Agustus 2015 sampai dengan Bulan Desember 2016.

Karena penasaran korban dibawa ke rumah seorang bidan. Dan bidan tersebut menyatakan bahwa korban telah hamil diperkirakan sudah masuk bulan keempat.

“Merasa tak senang dengan perbuatan pelaku, pihak keluarga lalu melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib untuk pengusutan lebih lanjut.” Sampaikan Ari, selasa (7/3/2017)

Mendapat laporan, Kasat Reskrim memerintahkan Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Inhil melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku. Setelah terdeteksi, Petugas lalu memancing pelaku supaya datang ke Jalan Batang Tuaka,  untuk membeli HP. Tak curiga, pelaku akhirnya muncul dan langsung ditangkap Unit Opsnal.

Saat diinterogasi, pelaku mengaku telah 2 kali melakukan persetubuhan terhadap anak tirinya tersebut dengan iming-iming akan memberikan sebuah HP untuk korban.

“Dari pemeriksaan, juga diketahui bahwa pelaku merupakan seorang residivis kasus curas, dan telah selesai menjalani hukuman di LP Batam pada tahun 2007.”tambahkan Ari

Atas perbuatannya ini pelaku diancam dengan UU No. 35 tahun 2014 perubahan dari UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun./mirwan

 

 

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s