Tajam, Dipercaya, Independent

“Diserang” Belasan Cabor. Ini Jawaban H Syamsudin Uti

Ketua KONI Inhil H Syamsuddin Uti (tengah) mmemperlihatkan dokumen SPJ yang telah diselesaikan.

Ketua KONI Inhil H Syamsuddin Uti (tengah) mmemperlihatkan dokumen SPJ yang telah diselesaikan.

Tembilahan, detikriau.org – Ketua KONI Kabupaten Indragiri Hilir H Syamsudin Uti menanggapi “santai” tuntutan yang disampaikan belasan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Cabang Olahraga (Cabor) dalam pertemuan diruang rapat Komisi IV DPRD Inhil, Jumat (17/2/2017).

Secara pribadi menurut pria yang akrab disapa SU ini, dirinysa sama sekali tidak ngotot untuk tetap menjadi pimpinan tertinggi pada organisasi olahraga di Kabupaten Inhil. Tetapi menurutnya apa yang disampaikan oleh sejumlah cabor dalam pertemuan itu tentulah perlu untuk diklarifikasi.

“kepengurusan KONI 2013-2017 tidak lama lagi juga akan berakhir. Tidak ada masalah kalau tidak diperpanjang. Saya juga tidak ngotot. Tetapi semua tuduhan mereka terhadap KONI Inhil khususnya diri saya pribadi sebagai Ketua KONI tentu perlu untuk saya klarifikasi,” Ujar SU ditemui detikriau.org di Tembilahan, jum’at (17/2/2017)

Perlu dicatat ditekankannya, seluruh kebijakan yang diambil oleh KONI bukan dilakukan oleh dirinya secara pribadi. Tetapi melalui mekanisme yang ditentukan dalam AD ART organisasi.

Dicontohkannya, tudingan penonaktifan kepengrusan KONI Inhil secara sepihak, itu tidak benar.

Penggantian salah seorang pengurus KONI, disebutnya Ketua salah satu Cabor, itu terpaksa harus dilakukan demi kelancaran jalannya organisasi.

“selama saya menjabat Ketua KONI, dirinya hanya pernah aktif pada pelaksanaan Porprov Riau di Inhu, setelahnya tidak lagi pernah masuk. Dihubungi melalui handphone alasan selalu sibuk. Jadi demi kelancaran organisasi tentu harus segera disikapi,” Jelasnya

“jadi bukan saya memberhentikan. Tetapi dia yang tidak pernah aktif. Agar KONI bisa tetap berjalan evektif saya terpaksa mengajukan usulan ke Provinsi. Hasil rapat internal di KONI akhirnya usulan penggantiannya disetujui.” Tambahkan  SU

SU mengaku adanya pengerucutan di struktur kepengurursan KONI Inhil. Kebijakan ini dilakukan untuk efektifitas organisasi.

“saat pelantikan pengurus kita banyak. Tapi yang kerja? Sangat sedikit. Sama sekali tidak efektif.” Nilainya

Terkait masalah anggaran, menurut SU  itu tanggung jawab dirinya sebagai ketua. Semua harus jelas. Ia mengaku tidak mau ada masalah hukum dibelakang hari.

“Uang saya yang terima, kaki saya sebelah dipenjara. RKA kita yang bikin. Jika tidak benar, kita tidak mau. Harus jelas penggunaannya. Termasuk pertanggungjawaban penggunaan tentu pasti juga harus benar. ”Tegaskan SU sambil memperlihatkan dokumenSPJ yang sudah dijilid setebalan kira-kira 15 cm

Kebijakan KONI Inhil menurutnya. Bikin dulu kegiatan, setelah jelas ada kegiatan baru dana diberikan.

“juga ada isu katanya ada cabor tandatangani kwitansi tapi duitnya tidak ada. Itu ngawur. Mana mungkin cabor mau tandatangani kwitansi jika duitnya tidak ada.” Akhiri SU. /dro

Iklan

Tagged as: , ,

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s