Tajam, Dipercaya, Independent

Hingga Akhir Januari, Dinsos Inhil Terima Tambahan 575 orang kepesertaan JKN

Kepala Bidang (Kabid) Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Inhil, Syaiful Kelana

Kepala Bidang (Kabid) Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Inhil, Syaiful Kelana

Tembilahan, detikriau.org – Hingga Akhir Januari 2017, Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hilir menerima tambahan sebanyak 575 orang masyarakat miskin yang belum terinput sebagai peserta Jaminan Kesehatan nasional (JKN)

Pendataan terhadap 17 ribuan masyarakat miskin yang “tercecer” dari total kuota sebanyak 145 ribu masyarakat miskin Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan sharing dana Pemerintah Propinsi Riau dan Pemkab Inhil itu masih terus dilakukan.

“Pendataan masyarakat yang “tercecer” ini kita lakukan sejak Noveber 2016. 575 tambahan baru itu tercatat secara individu. Jika diakumulasikan setidaknya 4 orang dalam 1 KK. Maka dari 575 orang itu sama artinya ada tambahan sekitar 2 ribuan jiwa lebih,” Sampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hilir, Nurlia melalui Kepala Bidang (Kabid) Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Inhil, Syaiful Kelana ditemui detikriau.org diruang kerjanya, rabu (8/2/2017)

Disamping 575 orang tersebut, Syaiful juga mengaku pihaknya sudah mendata sebanyak 400 an tenaga kebersihan “tukan sapu jalanan”, ditambah 200 an dari petugas pertamanan serta pekerja pembersih drainase yang juga akan diusulkan sebagai PBI.

“Kita sudah sampaikan kepada Dinasnya untuk memintakan jumlah data pastinya. Kita nilai mereka sangat layak untuk disertakan sebagai PBI,” Tambahkan Syaiful

Masyarakat miskin yang tercecer ini menurutnya akan terus dilakukan pendataan hingga tuntas.

Hari ini siapapun masyarakat yang datang untuk mendaftar sebagai penerima bantuan iuran, Dinsos akan “berprasangka baik”. Artinya siapapun pasti akan diterima. Namun nanti pihaknya akan melakukan verifikasi. Jika ditemukan ada masyarakat yang sudah mendaftar sebagai PBI dan ternyata ianya dianggap tidak layak (tergolong masyarakat mampu. Red), Dinsos “harus berani” mencoret dan menggantikan dengan masyarakat yang benar-benar miskin.

Namun yang perlu dicatat menurut Syaiful, Masyarakat miskin yang hari ini sudah mendaftarkan namanya untuk diikutsertakan sebagai PBI BPJS Kesehatan harus bersabar hingga ditekennya MoU antar Dinas Kesehatan dengan BPJS Kesehatan.

“Dinsos sifatnya hanya melakukan pendataan dan verifikasi. MoU-nya nanti dilakukan oleh Dinkes dan BPJS Kesehatan yang rencananya akan dilakukan pada bulan Maret mendatang. Jadi artinya masyarakat yang sudah mendaftarkan namanya ke Dinsos saat ini, kepesertaannya baru berlaku setelah dilakukan MoU,” Akhiri Syaiful.

Untuk diketahui dari 127.159 peserta Jamkesda yang sudah diintegasikan kepada BPJS Kesehatan, saat ini kartu kepesertaannya sudah selesai dicetak dan akan segera didistribusikan.

Jumlah kartu yang sudah dicetak itu terinci, untuk Kecamatan Batang Tuaka sebanyak 3.584, Concong 3.047, Enok 10.258, Gaung 2.993, GAS 2.332, Kateman 451, kempas 1.029, Kemunig 2.233, Keritang 2.649, Kuala Indragiri 3.426, Mandah 10.120, Pelangiran 2.290, Pulau Burung 1.797, Reteh 4.226, Sungai Batang 3.329, Tanah Merah 890, Teluk Belengkong 1.695, Tembilahan 12.292, Tembilahan Hulu 4.158 dan Tempuling 4.697./dro

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s