Tajam, Dipercaya, Independent

Tidak Miliki KTP, 15 Ledies Tempat Hiburan Malam “Diangkut” Satpol PP

Selatpanjang,DetikRiau.org – Memang menjadi nasib para wanita yang bekerja sebagai pelayan di tempat-tempat hiburan malam. selain menjadi penghibur ternyata mereka juga tidak memiliki kartu identitas yang resmi.

Sebagaimana yang terjadi di kota Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti, sebanyak 15 ladies ikut terjaring razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kepualauan Meranti, Kamis malam (26/1).

Dari pantauan wartawan, belasan ledies itu terjaring ketika sedang melayani para lelaki di empat titik tempat hiburan malam yang menjadi target razia tersebut, diantaranya, Pujasera H5, Pujasera O2, Pujasera Alang, serta Pujasera Dragon.

Kepada Wartawan, Kasatpol PP Kabupaten Kepulauan Meranti, melalui Kasi Pembinaan Masyarakat Masdiana SPd mengungkapkan, pelaksanaan razia itu sendiri berkaitan dengan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Operasi KTP ini dilakukan pihaknya tidak lepas dari upaya untuk menjaga Keamanan dan Keteriban Masyarakat (Kantibmas).

Selain itu razia merupakan panduan dari Surat Edaran Keramaian, Penertiban dan Keamanan.

Dalam razia itu 30 personil telah diterjunkan, ketika diperiksa sebanyak 15 orang ladies berparas cantik sebagai pelayan tersebut tidak mampu menunjukkan KTP, sehingga mereka digiring ke kantor, ujar Masdiana.

“Dari hasil introgasi, 15 orang wanita yang berprofesi sebagai pelayan tamu tersebut mengaku memang tidak memiliki KTP,” ujarnya.

Dikatannya, untuk tahap awal pihaknya masih memberikan sanksi berupa penandatanganan surat pertanyaan segera mendaftar dan melakukan perekaman e-KTP di Dinas terkait. Tekan Masdalina lagi, jika pernyataan itu tidak digubris, seketika kembali kedapatan, Kasat memerintahkan akan memulangkan para ledies tersebut ke kampungnya masing masing.

“Kegiatan demikian akan rutin kita gelar. Untuk tahap awal tahun ini kita vocus pada tempat huburan malam guna mencari tahu mana saja warga yang tidak memiliki identitas diri, apalagi yang belum mempergunakan KTP elektronik. Semua pihak sudah kita lakukan koordinasi, baik itu Polisi, TNI, dan pihak kecamatan,” Ujar Masdalina./cr

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s