Tajam, Dipercaya, Independent

Pengakuan Playboy Kampung: “Setiap gituan Anunya saya tidak masuk, hanya gesek gesek aja”

“Tersangka Ngaku Terkejut Pacarnya Hamil 7 Bulan”

FA Saat diamankan petugas kepolisian

FA Saat diamankan petugas kepolisian

Selatpanjang,DetikRiau.org – Ini Pengakuan FA (20), pemuda asal Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat yang terancam hukuman 15 tahun penjara karna nekat menyetubuhi NA (14) anak di bawah umur yang juga masih tetangganya.

Untuk memuluskan aksinya, FA menggunakan jurus berpacaran dengan korban. Akibat bujuk rayu, NA yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama ini rela disetubuhi oleh FA hingga tiga kali.

“Pertama kami lakukan pada Juni tahun lalu, kalau terakhir pada Desember lalu. Tapi setiap gituan, anunya saya tidak sampai masuk. Hanya ditempelkan dan digesek-gesek saja,” ujar FA seusai menjalani pemeriksaan di Mapolres Kepulauan Meranti, Jumat (20/1)

FA mengatakan, dalam menjalankan aksinya ia meyakinkan NA jika perbuatan mereka tidak akan mengakibatkan NA hamil. Namun takdir berkata lain, kini NA tengah hamil 7 bulan.

“Saya juga terkejut kenapa dia bisa hamil 7 bulan,” ujarnya.

Pemuda tanggung yang mengaku sebagai playboy di desanya itu mengatakan bersedia menikahi korban untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun, orangtua korban terlanjur geram atas perbuatan FA dan bersikeras untuk menjebloskannya ke jeruji besi.

“Kalau sudah seperti ini saya tidak mau lagi nikah dengannya. Kalau menyesal iya, apalagi hukumannya mencapai 15 tahun,” ujar FA sambil tertunduk.

Sementara itu, Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Wawan Setiawan menjelaskan, terungkapnya kasus persetubuhan tersebut berawal dari kecurigaan ayah korban, KH (40) yang melihat ada perubahan pada perut anaknya. Namun NA tidak mau mengaku saat ditanya oleh KH kenapa perutnya membesar.

“Ketahuannya saat ayahnya membawa korban ke puskesmas untuk diperiksa, hasilnya positif hamil. Lantas NA mengakui jika FA adalah ayah dari anak yang dikandungnyai,” ujar Kompol Wawan.

Tidak terima anaknya dinodai, KH lantas melaporkan FA ke Mapolsek Rangsang Barat, Kamis (19/1). Namun saat akan ditangkap, ternyata pelaku sedang di dalam perjalanan dari Batam menuju ke Selatpanjang.

“Pelaku ini mengaku bekerja di Malaysia, saat itu ia pulang dari Malaysia via Batam. Orangtua korban dan pihak kepala desa berhasil memancing tersangka untuk pulang dengan iming-iming akan diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Wawan.

Agar kasus serupa tidak terjadi lagi Wawan juga mengimbau agar para orangtua memperketat pergaulan anak-anaknya. Terlebih saat ini perkembangan tekhnologi semakin canggih, sehingga memperngaruhi akhlak dan perilaku anak-anak. Atas perbuatannya, FA terancam Pasal 81 Ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Untuk korban, kami akan lakukan pendampingan agar psikologis dan kepercayaan dirinya kembali pulih,” ujar Wawan./cr

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s