Tajam, Dipercaya, Independent

“Kapal Menteri Susi” Meranti, Ditahan Petugas BC Tanjungbalai Karimun

“Diduga Selundupkan Bawang Asal  Malaysia”

Selatpanjang,DetikRiau.org – Satu unit Kapal Inkamina bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diperuntukkan bagi nelayan Kabupaten Kepulaun Meranti diamankan oleh petugas Bea dan Cukai Tangjungbalai Karimun-Kepri. Ditahannya kapal itupula diduga digunakan sebagai sarana tranportasi untuk menyelundupkan bawang asal negara tetangga Malaysia. 

Aksi nekat itu terjadi diyakini akibat mahalnya biaya oprasional untuk menjalankan kapal jatah dari KKP tersebut. Sebab lain pula, mulai berkurangnya hasil tangkap para nelayan yang ditenggarai minimnya lapangan kerja, sehingga banyak warga Meranti yang beralih profesi sebagai nelayan.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Kabid Tangkap, Ishak Usman, Rabu (18/1) membenarkan, serta menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Ia juga mengaku telah menerima informasi terkait penangkapan kapal nelayan oleh pihak Bea dan Cukai Tanjung Balaikarimun dua hari yang lalu, Senin (16/1).

“Saya sudah konfirmasi koperasi yang mengelola kapal itu, ternyata benar kalau kapalnya ditangkap karena bara bawang ilegal. Saya belum dengar berapa ton bawang yang dibawa mereka,” ujar Ishak.

Tambahnya lagi, saat ini kapal tersebut sedang diproses oleh pihak terkait. Menurutnya, permasalahan hukum dari dampak perbuatan mereka sepenuhnya tanggung jawab ABK kapal, sebab kapal tersebut telah dihibahkan dan diserahkan sepenuhnya ke nelayan yang bersangkutan.

Terkait insiden itupula, ia juga mengaku telah memanggil pihak koperasi yang menerima bantuan kapal. Menurut keterangan pihak koperasi, kapal tersebut digunakan oleh pihak ke tiga untuk menangkap ikan.

“Biaya untuk operasional kapal Inkamina itu kan mahal, jadi pihak koperasi bekerjasama dengan pihak ketiga. Mereka sepakat patungan untuk mengoperasikan kapal itu mencari ikan,” ujar Ishak.

Dijelaskan Ishak, untuk mengoperasikan itu, setidaknya koperasi harus memiliki modal sebesar Rp 20 juta. Modal itupula digunakan untuk keperluan bahan bakar, es, gaji ABK dan lainnya selama 7 hingga 8 hari di lautan. Padahal, saat ini hasil tangkap di perairan Meranti turun drastis.

“Kalau hanya bawa ikan 10 kilo kan rugi. Makanya mereka bekerjasama dengan pemodal lainnya untuk memperluas wilayah tangkap. Namun hal itu juga terkendala akibat alat tangkap mereka yang dilarang oleh nelayan Bengkalis,” ujar Ishak.

Sementara itu, Azis, pengurus koperasi nelayan yang mengelola kapal tersebut mengaku kecewa dengan pihak rekanannya. Menurut Azis, informasi yang ia dengar, kapal tersebut membawa sekitar 1 ton bawang ilegal dari Malaysia.

“Saya juga terkejut kenapa mereka sampai bawa bawang. Iya saat ini masih diproses oleh petugas (Bea Cukai) Tanjung Balai Karimun. Kapalnya, aman-aman saja,” ujarnya singkat./cr

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s