Tajam, Dipercaya, Independent

Waduh… 4.574 Honorer Bebani Anggaran Daerah. Ini yang Akan dilakukan Bupati Meranti

Gambar; potretnews.com

Gambar; potretnews.com

Selatpanjang, detikriau.org – Seluruh tenaga honorer Pemkab Kepulauan Meranti terdata sebanyak  4.574. menurut Bupati Meranti Irwan Nasir, jumlah ini jauh melebihi angka ideal tenaga honorer yang dibutuhkan.

“Normalnya hanya sekitar seribuan, tapi hari ini jumlah tenaga honorer kita sudah sangat jauh melebihi,” ujar Irwan Nasir, seusai menyerahkan DPA ke seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Jumat (13/1).

Kelebihan itu ujar Irwan disebabkan oleh beberapa hal, salah satu di antaranya adalah banyaknya pejabat yang melakukan rekrutmen tenaga honorer sepihak. Selain itu kurangnya pengawasan dan ketegasan dari pimpinan OPD juga menjadi sebab melubernya tenaga honorer.

“Bahkan ada tenaga honorer yang berani memasukan rekannya untuk honor di instansi tempat ia bekerja,” ujarnya.

Kendati telah menjadi beban anggaran daerah, ia tidak akan merumahkan secara massal seperti yang telah terjadi di daerah lain. Sebab, jika rasionalisasi massal diberlakukan, ia khawatir angka pengangguran akan meningkat tajam. Hal ini dikhawatirkan justru akan menimbulkan gejolak sosial.

“Jika dirasionalisasi secara massal, jumlah pengangguran akan meningkat tajam. Sementara jumlah perusahaan di Meranti masih sangat minim,” ujarnya.

Irwan menekankan kepada seluruh pimpinan OPD untuk tidak lagi menerima tenaga honorer. Terlebih beberapa tahun belakangan ini, APBD Kabupaten Kepulauan Meranti mengalami penurunan yang signifikan.

“Jika hal itu terus belanjut maka akan berdampak pada tidak maksimalnya pemanfaatan anggaran keuangan daerah yang pada semestinya diperuntukan untuk pembangunan, tetapi justru habis terkuras untuk membayar gaji pegawai Honorer,” ujar Irwan.

Irwan juga meminta agar seluruh OPD untuk segera menyelesaikan validasi tenaga honorer. Selain itu, ia juga meminta agar seluruh data tersebut dievaluasi terkait proses rekrutmen dan administrasi pengangkatan tenaga honorer tersebut.

“Jika proses rekruitmen dan formalitas pengangkatannya tak jelas, ya terpaksa harus dievaluasi. Sebab, ini menyangkut kemampuan keuagan daerah,” ujarnya./cr

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s