Tajam, Dipercaya, Independent

Persatuan Islam Tionghoa Meranti Terima Wakaf 100 Ha Lahan dari Koperasi Hangtuah

Kami mualaf dari Tionghoa minoritas dari minoritas. Tetapi dari jumlah yang sedikit itu saya berharap bisa seperti berlian, biar kecil tetapi berharga di mata kaum muslim itu sendiri, khususnya di Kabupaten Kepuluan Meranti

img_4961Selatpanjang, detikriau.org – Gelar perhelatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Meranti terima 100 hektare tanah yang diwakafkan oleh Koperasi Hangtuah Selatpanjang, tepat di Masjid Darul Ulum, Kamis (12/1) Pukul 08:30Wib. 

Selain Koperasi Hangtuah, dalam perhelatan yang sama, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Meranti melelui Plt. Sekretaris Daerah Julian Norwis, juga menyerahkan Bantuan sembako kepada 45 orang anggota PITI Meranti.

Dalam kesempatan ini, Julian Norwis juga memintakan kepada pengurus PITI untuk segera mendaftarkan organiasisi mereka ke Bagian Kesra Setdakab Meranti, agar ditindak lanjuti jika ada bantuan sosial yang bisa langsung digulirkan. Selain itu Sekda juga meminta SKPD terkait dapat memberikan beberapa programmnya, terutama dalam pengembangan pertanian sehingga lahan itu bisa digunakan oleh anggota PITI secara maksimal.

“Segera didaftarkan ke Kesra. Selain itu ketua juga bisa langsung ke Pertanian untuk menyerap program program yang ada terkait pengembangan pertanian, sehingga lahan yang sudah dihibahkan tidak sia-sia. Jelas kontribusinya untuk pengembangan taraf hidup anggota PITI kedepan,” perintah Icut.

Selain itu sekda juga berharap kepada anggota PITI tidak perlu bersedih hati ketika dikucilkan oleh orang orang terdekat, disini ada ketua MUI, pengurus masjid dan tokoh tokoh Ulama lainnya untuk mempertebal keimanan. Terus bersyukur, adalah satu upaya menuju jalan kebaikan.

“Semua yang ada disini, ayok kita bantu saudara-saudara kita ini. ayok kita sama sama. Selain itu buat PITI Meranti jangan sungkan untuk terus berkoordinasi dengan pusat dan provinsi, jika perlu undang mereka, agar PITI Meranti benar benar bisa jadi pertimbangan oleh semua pihak,”ujar Sekda.

Sementara itu, Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Meranti Lukman Lim (Akiong), sempat menggambarkan jerih payah dirinya untuk tetap bertahan ketika dikucilkan oleh orang orang terdekat, setelah dirinya mengucapkan dua kali Masyahadat dan resmi menjadi Muslim.

“Bahkan tidak sedikit dari kami yang tidak diakui sebagai keluarga sendiri,” kata pria berkulit putih tersebut.

Atas pertimbangan adanya penolakan dari keluarga dan sahabat itulah, PITI dibentuk tiga tahun terakhir tak lain adalah menggalang keutuhan beragama di kalangan mualaf dari Tionghoa Meranti yang memang sangat membutuhkan pertolongan dari kaumnya, ujarnya.

“Kami mualaf dari Tionghoa minoritas dari minoritas. Tetapi dari jumlah yang sedikit itu saya berharap bisa seperti berlian, biar kecil tetapi berharga di mata kaum muslim itu sendiri, khususnya di Kabupaten Kepuluan Meranti.” kata Akiong

Tambahnya lagi, dengan diterimanya bantuan 100 hektare lahan ini kepada kelompok PITI Meranti, mudah mudahan para mualaf yang tergabung dalam PITI bisa membuktikan dengan berpindahnya keyakinan, bukan berarti putus segalanya. Melainkan dapat menekankan semangat dan keyakinan bahwa menjadi Muslim adalah satu-satunya jalan terbaik.

Selain itu dirinya selalu berharap peran dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kepuluan Meranti, lembaga, serta instansi terkait untuk bisa menyalurkan program programnya demi meningkatkan taraf ekonomi anggota PITI yang pada dasarnya mereka adalah warga kurang mampu.

“Apalagi puluhan mualaf dari Tionghoa adalah kalangan kelas sosial masyarakat menengah ke bawah. Ekonomi lemah atau miskin, karena kebanyakan yang masuk Islam yang tergabung di PITI telah dikucilkan dari keluarga tanpa membawa harta benda, Untuk itu dengan adanya bantuan ini kami dapat perhatian dari Pemda, Lembaga, Instansi terkait, serta motifasi dan bimbingan dari keluarga keluarga seiman, “ujarnya.

Ketua Koprasi Hangtuah, H. Misri juga menjelaskan, PITI sangat membutuhkan perhatian dari semuanya, apa yang diakui serta disampaikan oleh ketua PITI adalah fakta. Untuk itu dirinya memohon kepada Pemkab, Lembaga dan Instansi terkait dapat memberikan dorongan dan semangat dalam bentuk program- program sosial yang bisa membangun taraf ekonomi dari anggota PITI, yang dasarnya mengengah kebawah.

“Ketika saudara kita ini sah menjadi Muslim dan Muslimah, sepenuhnya ini menjadi tanggung jawab kita semua. Tanah yang diwakafkan tersebut untuk membantu saudara-saudara Tionghoa muslim yang rata rata dari mereka tingkat ekonominya masih terbilang lemah.

Misri beralasan dipilihnya PITI sebagai penerima wakaf, disebabkan mayoritas anggota PITI masih hidup di bawah garis kemiskinan. 100 hektare lahan yang yang berlokasi di Desa Lalang Tanjung Kecamatan Tebingtinggi Barat itu sangat cocok dijadikan lahan perkebunan yang mestinya harus dikelola dengan baik oleh anggota PITI Meranti.

“Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai buruh dengan upah yang sangat rendah. Sebagai sesama muslim, kita harus saling bantu-membantu, terlebih mereka adalah para mualaf, mudah-mudahan lahan tersebut bisa membantu ekonomi saudara-saudara muslim Tionghoa di Meranti,” ujar Misri./cr

 

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s