Tajam, Dipercaya, Independent

Ini Penjelasan Ketua DPRD Inhil dihadapan Massa G3M

Ketua DPRD Inhil Dani M Nursalam saat menyampaikan penjelasan

Ketua DPRD Inhil Dani M Nursalam saat menyampaikan penjelasan

Tembilahan, detikriau.org –  Wacana penghapusan Jamkesda sudah menjadi agenda utama sejak awal masa persidangan di tahun 2017. Bahkan DPRD Inhil sudah memanggil beberapa pihak terkait untuk melakukan pembahasan terkait wacana ini. Hasilnya, memang dipastikan integrasi kepersertaan Jamkesda ke BPJS Kesehatan pasti akan dilakukan.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam dihadapan massa demonstran yang menamakan diri Gerakan Membela Masyarakat Miskin (G3M) saat menyambangi gedung DPRD Inhil jalan HR Subrantas Tembilahan, rabu (11/1/2016)

Dasar yang disampaikan oleh pemerintah daerah adalah UU yang berlaku di republik ini. Yaitu tentang UU No 24 tahun 2011 yang menyatakan bahwa setiap Warga Negara diwajibkan untuk menjadi peserta BPJS selambatnya pada akhir tahun 2019.

Persoalannya dikatakan pria yang bernama kecil Dani ini adalah, hari ini Pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se Riau telah melakukan MoU bahwa di tahun 2017 tidak ada lagi kepesertaan jamkesda di Riau. Semua harus sudah terintegrasikan ke BPJS kesehatan yang mana preminya dibayarkan oleh pemerintah daerah kepada BPJS Kesehatan.

Namun Dani menyayangkan, apa yang sudah menjadi komitmen bersama Pemerintah se Provinsi Riau ini  diyakini belum tersosialisasi dengan baik.

“Kita sudah mempertanyakan kepada pihak Rumah Sakit sebagai intitusi yang melakukan pelayanan kesehatan, per 5 januari yang lalu, berapa banyak masyarakat kita yang masih menggunakan SKTM yang datang ke Rumah Sakit? Ternyata masih banyak. Ini fakta bahwa kebijakan yang kita lakukan belum maksimal tersosialisasi dengan baik.”Terang Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini

Padahal sebetulnya pada 2016 yang lalu ditambahkan Dani,  Pemkab Inhil sudah mengintegrasikan peserta jamkesda ke BPJS sebanyak 48 ribu dari total lebih kurang 145 ribu peserta Jamkesda.

Ditahun 2017 ini, Pemprov sudah tidak menganggarkan lagi apa yang namanya jamkesda.  Pemberlakuan Jamkesda tidak mungkin dilakukan secara parsial. Ia mesti diberlakukan secara seragam sampai ke tingkat atas.

“Kalau Jamkesda Provinsi sudah tidak ada lagi tetapi Jamkesda kabupaten tetap dipertahankan, maka yang rugi tentunya juga masyarakat. Artinya masyarakat miskin yang kita bela hari ini tidak akan pernah lagi mendapatkan pelayanan kesehatan untuk rujukan di tingkat provinsi.” Tekankan Dani.

Dani meminta, hari ini, bagaiman persoalan bpjs kesehatan bisa dikawal bersama-sama. Yang jelas 145 ribuan yang selama ini preminya dibayar oleh pemda yang sudah terintegrasi ke BPJS Kesehatan lebih kurang 127 ribu.

Artinya masih ada lebih kurang 17 ribuan yang dipastikan tidak masuk dalam kepesertaan BPJS.

“Pertanyaannya, apakah hari ini yg datang kerumah sakit yang masih menggunakan SKTM masuk dalam kategori 17 ribu atau yang datang itu belum mendapatkan apa yang namanya kartu BPJS”

48 ribu kartu BPJS yang disalurkan pada tahun 2016 sudah didistribusikan kepada masyarakat. Sisanya lebih kurang 70 ribu. Pemkab pada 9 januari lalu sudah melouncing pendistribusiannya diawali di Kecamatan Pulau Burung. Bahkan di Kec Pulau Burung, 53% masyarkatnya sudah terdaftar dalam BPJS kesehatan sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) daerah.

“Bukan persoalan apa nama bajunya, bukan sistemnya tetapi jaminan kita sebagai pemerhati bahwa pelayanan kesehatan itu yang harus dipastikan terjamin bagi masyarkat khususnya masyarakat miskin sesuai amanah UU dasar 1945 pasal 34 ayat 1,2 dan 3. Bahwa Negara memberikan jaminan pelayanan ksehatan pada masyarakat.” Akhiri Dani./dro

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s