Tajam, Dipercaya, Independent

Wah..wah..wah, Harusnya Tidak Ada Masyarakat Inhil yang Miskin

Tembilahan, detikriau.org – Jika potensi perkebunan kelapa di Kabupaten Inhil sebesar ini, kami yakini tentu tidak ada satupun penduduknya yang berada dibawah garis kemiskinan.

Pernyataan ini menurut Kepala Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Indragiri Hilir DR H Dianto mampanini SE MT diterimanya saat melakukan kunjungan disalah satu sentra pengolahan kerajinan di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu.

“wah…wah…wah, jika potensi sumberdaya alam sebesar itu, kami yakin tidak akan ada satupun penduduk disana yang miskin,” ujar Dianto menyampaikan tanggapan pengrajin di Yogyakarta dengan penuh kekaguman saat mendapatkan penjelasan akan besarnya potensi hasil perkebunan kelapa yang dimiliki kabupaten Inhil

Dalam kesempatan itu Dianto juga mengaku mencoba mempertanyakan apakah pengrajin di Yogyakarta mau bekerjasama. Bekerjasama dengannya dalam kaitan sebagai pemasok bahan baku. Namun kata Dianto, tawaran itu langsung di tolak.

“Kalau kami bersedia, Bapak pasti akan menjadi sangat kaya. Tapi kalau potensi sumberdaya itu bisa dikelola dengan baik oleh masyarakat di sana, sekali lagi kami pastikan tidak akan ada satupun penduduk Inhil yang miskin.” Tekankan pengulangan disampaikan Dianto

Sekedar diketahui, Disamping daging buah, tanaman kelapa mempunyai berbagai produk sampingan yang sangat bermanfaat dan bernilai  ekonomi tinggi.

Tanaman kelapa merupakan komoditas perkebunan yang sangat potensial, sering diindentikkan sebagai sebuah pohon kehidupan karena hampir semua bagian tanaman kelapa bermanfaat dan berguna bagi kebutuhan hidup manusia.

Secara umum, dari bagian buah kelapa saja yang terdiri dari: sabut, tempurung, daging buah, dan air kelapa. Semuanya tidak ada yang terbuang dan dapat dibuat untuk menghasilkan berbagai produk industri.

Sabut kelapa misalnya dapat dimanfaatkan sebagai sapu, pengisi jok mobil, coir fibre, keset, dan matras.

Sedangkan air kelapanya disamping segar untuk diminum secara langsung juga dapat digunakan untuk membuat cuka, penggumpal lateks dan nata de coco.

Tempurung dapat  dimanfaatkan untuk membuat carbon aktif, arang briket, charcoal, dan berbagai kerajinan tangan.

Daging buah dapat dipakai sebagai bahan baku untuk menghasilkan  santan, kopra, minyak kelapa,  coconut cream, dan kelapa parutan kering (desiccated coconut).

Tidak hanya pada bagian buah, batang kelapa sendiri juga dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Batang dapat digunakan sebagai bahan-bahan bangunan baik hingga menghasilkan berbagai peralatan rumah tangga (pot, mebel, dan lain-lain).

Dan bagian daun kelapa dapat diambil lidinya yang dapat  dirangkai menjadi sapu./dro

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s