Tajam, Dipercaya, Independent

Kadiskop UMKM Inhil Ajak Masyarakat Kreatif dan Inovatif Kelola Sumber Daya Alam

contoh produksi mebel dari produk sampingan perkebunan kelapa yang memiliki nilai ekonomis tinggi

contoh produksi mebel dari produk sampingan perkebunan kelapa yang memiliki nilai ekonomis tinggi. foto: net

Tembilahan, detikriau.org – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir DR H Dianto Mampanini SE MT mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan secara maksimal berbagai sumberdaya alam yang ada di Negri berjulukan Sri Gemilang dalam upaya meningkatkan penghasilan ekonomi keluarga.

Sumberdaya alam yang sangat melimpah di Kabupaten Inhil namun belum dikelola secara maksimal menurut Dianto diantaranya adalah produksi perkebunan kelapa.

“Inhil merupakan salah satu penghasil kelapa terbesar di dunia. Selama ini masyarakat kita sebahagian besar baru mengandalkan produksi daging buah untuk mendapatkan penghasilan, sementara produk sampingan tidak jarang hanya terbuang dan tak termanfaatkan.” paparkan Dianto dalam eksposnya tentang potensi sumber perkebunan kelapa rakyat dalam sebuah kegiatan pembukaan pelatihan belum lama ini di Kota Tembilahan.

Masyarakat Inhil, dinilai Dianto selama ini sangat dimanja dengan melimpahnya sumberdaya alam dari sektor perkebunan andalan masyarakat ini. Ribuan bahkan jutaan butir buah kelapa dihasilkan dari hamparan lahan perkebunan yang sangat luas. Setiap kali masa panen tiba, masyarakat akan mendapatkan penghasilan yang sangat melimpah yang mampu menopang kebutuhan penghidupan.

Begitu mudahnya mendapatkan penghasilan, masyarakat menjadi terlena. Sebagian masyarakat selama ini tidak lagi berpikir menggali sumber ekonomi lainnya. Produksi daging buah memanjakan dan cenderung menghilangkan pemikiran inovatif.

“masyarakat yang memiliki sumberdaya alam melimpah cenderung kurang inovatif. Kebiasaan hidup berkebun dan memperoleh penghasilan dari melimpahnya produksi daging buah memanjakan masyarakat Inhil selama ini,” Nilai Dinato

Namun belakang, disaat produksi buah mengalami penurunan yang disebabkan berbagai persoalan seperti tidak terpolanya peremajaan ditambah kerusakan lahan perkebunan kelapa rakyat, produksi daging buah sudah tidak lagi mampu menjadi andalan untuk menopang kebutuhan ekonomi keluarga.

Dalam kondisi ini, masyarakat harus mampu dilatih dan diajak untuk berpikiran kreatif dan inovatif.

Hasil perkebunan kelapa, bukan hanya daging buah yang memiliki nilai ekonomi. Bahkan jika mampu dikelola dengan baik, produk sampingan, seperti sabut, tempurung, air, lidi, daun dan batang justru akan mampu memberikan nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi.

“Ini yang menjadi target kami. Kita akan coba ajak masyarakat untuk kreatif dan inovatif. Kreatif dalam mencari sumber penghasilan dan inovatif dalam mengelola berbagai sumberdaya yang ada untuk mendapatkan penghasilan.” Akhiri Dianto./dro

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s