Tajam, Dipercaya, Independent

Semenjak Jadi Saksi, Mantan Kades “Raib”

Foto ilustrasi. net

Foto ilustrasi. net

SELATPANJANG, detikriau.org – Semenjak dipanggil menjadi saksi, mantan Kepala Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rangsang “raib” entah kemana. Menghilangnya mantan kades kemungkinan besar disebabkan oleh dugaan penyalahgunaan alokasi dana desa (ADD) anggaran tahun 2015 lalu, hingga saat ini Mapolres Kabupaten Kepuluan Meranti terus melakukan penyelidikan.

Camat Rangsang, Mulyadi saat dikonfirmasi membenarkan raibnya Agus Saputra dari Desa Tanjung Medang pasca diselidikinya kasusnya oleh Satreskrim Polres Kepulauan Meranti pada 2015 lalu. Saat itu, pihak kepolisian telah memanggil sebanyak 12 saksi, termasuk Camat, Agus Saputra dan sejumlah anggota BPD.

“Saya tidak tau dia lari kemana, pasca kami dipanggil sebagai saksi dia langsung kabur,” ujarnya.

Mulyadi menjelaskan, sebelum melarikan diri, ia mengaku sempat menyodorkan surat perantaraan untuk Agus Saputra agar mempertanggungjawabkan dana yang telah ia gunakan. Saat itu kata Mulyadi, Agus Saputra bersedia untuk mengganti seluruh kerugian ADD yang telah ia gunakan.

“Tahun 2015 silam, desa itu kan mendapatkan ADD sebesar Rp 1,2 miliar. Ada dua proyek fisik berupa jalan dan jembatan dengan total pagu Rp 800 juta. Sebenarnya, kalau dihitung kerugian negara tidak sebesar itu, tapi dia sudah ketakutan dan memilih kabur,” ujarnya Selasa siang (6/12).

Sementara itu, Kasat Reskrim Mapolres Kepulauan Meranti, AKP Rusyandi Zuhri Siregar mengaku belum menetapkan tersangka atas kasus dugaan penyalahgunaan ADD di Desa Tanjung Medang. Menurutnya, untuk menetapkan tersangka, pihaknya harus melengkapi seluruh data terkait pengerjaan proyek fisik yang diduga diselewengkan tersebut.

“Kasus ini sudah ditinjau oleh Reskrim, namun perlu ada kajian dari BPKP untuk menentukan adanya kerugian negara. Selain kegiatan fisik, Reskrim juga telah memeriksa berkas-berkas terkait realisasi non fisiknya,” ujarnya.

Terkait kaburnya Agus Saputra, Rusyandi mengaku akan menghambat penyelidikan. Namun, jika dari hasil audit BPKP menyatakan ada kerugian negara, pihaknya akan melakukan pengejaran terhadap Agus Saputra untuk diperiksa.

“Sejauh ini kami masih melakukan koordinasi dengan BPKP dan mengumpulkan data-data konkret dulu. Jika ada kerugian, barulah yang bersangkutan akan kita periksa,” ujarnya. (cr)

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s