Tajam, Dipercaya, Independent

Banjir Genangi Kota Selatpanjang, Pemda Ngaku Tak Bisa Berbuat Banyak.

Selatpanjang, detikriau.org –-Beberapa hari belakangan intensitas curah hujan terus meningkat di kota selatpanjang. Akibatnya sejumlah ruas jalan, sekolah, serta rumah warga turut digenangi air. Terbentur dengan rasionalisasi anggaran, pemda setempat sepertinya tidak bisa berbuat banyak.

Menurut Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kepulauan Meranti, peningkatan sedimentasi yang terjadi pada dua anak sungai di Selatpanjang ditambah buruknya sistem drainase di dalam kota menjadi titik persoalan.

Namun untuk melakukan pekerjaan normalisasi sejumlah anak sungai dan drainase di Selatpanjang pihaknya mengaku tidak memiliki anggaran bahkan DPU sendiri mengakui belum melakukan inventarisir.

“setiap bulannya kita perkirakan peningkatan sedimentasi pada dua anak sungai itu mencapai 10 cm. padahal peran kedua anak sungai tersebut sangat penting untuk mengendalikan banjir di Selatpanjang,” Sampaikan Kepala DPU Meranti melalui Kasi Pengairan, Tabren, senin (5/12/2016)

Ia menerangkan DPU sebenarnya sudah mengajukan anggaran untuk melakukan inventarisir sejumlah anak sungai di Meranti, namun dicoret. Meskipun begitu diyakininya untuk saat ini kedua sungai pengendali banjir di Selatpanjag masih dalam kategori aman dan masih mampu berfungsi dengan baik.

Sementara Kabid Cipta Karya DPU Meranti, Afifudin, juga disebbakan ketiadaan anggaran, pihaknya belum melakukan normalisasi sejumlah drainase kota dalam waktu dekat ini. Disampaingitu pihaknya juga mengaku harus melakukan kajian terlebih dahulu terkait elevasi drainase kota agar nantinya drainase tersebut berfungsi optimal.

“Jika ada Bankeu untuk tahun depan, kita akan anggarkan untuk melakukan normalisasi sejumlah drainase di Selatpanjang,” ujarnya.

Buruknya sejumlah drainase di Selatpanjang mengakibatkan kota itu kerap tergenang air ketika diguyur hujan deras. Keadaan semakin parah jika hujan deras bersamaan dengan laut pasang.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, Edy Afrizal mengatakan, jika  bersamaan dengan laut pasang, ketinggian genangan air di sejumlah pemukiman mencapai 60 centimeter. Meskipun begitu, genangan air tersebut belum masuk kategori banjir, sebab begitu laut surut, genangan air juga turut surut.

“Bagi warga yang terletak di sekitar jalan tersebut diharapkan bisa membersihkan drainasenya agar genangan air cepat surut,” ujarnya.(cr)

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s