Tajam, Dipercaya, Independent

Kata Yusfik, Hasil Lelang Pengadaan Pompa Apung Damkar Akan Ia Tolak Jika …

arsip-lelang-mesin-pompa-apung-3Tembilahan, detikriau.org – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir, Yusfik SH memastikan tidak akan mentolerir jika terjadi pelanggaran hukum terkait pengadaan Pompa Apung Pemadam Kebakaran untuk seluruh Desa di Inhil. Bahkan dengan tegas ia juga memastikan tidak menutup kemungkinan akan menolak hasil lelang jika hal itu terbukti.

“nanti kita akan pelajari. Kalau perlu kita akan mintakan pendapat pihak-pihak yang benar memahami hal ini. Jika benar ada pelanggaran hukum, saya akan tolak. Artinya “batal” Sampaikan Yusfik menjawab Komfirmasi detikriau.org melalui sambungan selularnya, selasa (15/11/2016)

Menurutnya, sejak awal dirinya sudah mewanti-wanti kepada seluruh pihak di BPBD Inhil untuk mentaati segala aturan yang telah ditentukan khususnya terkait pengadaan pompa apung ini. Namun ia menekankan, proses lelang pompa apung ini bukan wewenang BPBD tetapi dilakukan melalui ULP.

“saya sedang berada di Jakarta untuk kegiatan kedinasan. Untuk jelasnya coba komfirmasikan langsung kepada PPTK-nya,” Akhiri mantan Kepala badan Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Inhil ini.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan Pompa Apung Pemadam Kebakaran, Rismanto ditemui detikriau.org diruang kerjanya menerangkan bahwa kegiatan pengadaan pompa apung dengan pagu dana sebesar 12,150 Miliar ini dibiayai melalui Bantuan Keuangan pada APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2016.

Sebelum bisa dimanfaatkan, Dana Bankeu menurutnya harus diproses dan dijabarkan pada APBD Inhil dan kemudian dimintakan pengesahan oleh DPRD Inhil. Pengesahan DPRD Inhil menurutnya baru tuntas pada bulan juli 2016.

Setelahnya, dana yang secara aturan memang diperuntukan untuk kegiatan khusus ini lagi menurut Rismanto, haruslah dikomfirmasikan kembali kepada pihak provinsi untuk memastikan ketersediaan dananya.

“Ini yang menjadi penyebab kita terlambat dan permintaan lelang baru bisa kita sampaikan pada tanggal 30 September 2016,” Kilah Rismanto

Sebelumnya, sumber detikriau.org menduga pelaksanaan lelang pompa apung pemadam kebakaran pada  BPBD Inhil terindikasi adanya rekayasa.

Indikasi ini tertangkap dengan kuat dugaan adanya unsur kesengajaan dengan mengatur batasan waktu penyediaan barang bagi peserta lelang.

Dugaan rekayasa pengadaan barang di satuan kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir yang proses lelangnya dilakukan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) diawali dengan sengaja melakukan proses lelang dipenghujung tahun.

Dengan kondisi ini panitia diduga memang mengetahui secara persis bahwa saat dilakukan verifikasi lapangan tidak akan ada satupun perusahaan pendukung yang sanggup mengadakan barang sesuai dengan batasan waktu yang tercantum pada dokumen pengadaan.

Menurut keterangan sumber detikriau.org, ia berani memberikan jaminan dengan ketersediaan waktu yang sedemikian singkat tidak akan ada satupun pabrikan yang memiliki kesanggupan.

Terkecuali memang diduganya, pemenang sudah diatur sehingga mereka sudah bisa mempersiapkan pemesanan barang sejak awal.

Diterangkannya, juga tidak akan mungkin ada satu pabrikan-pun yang memiliki stok barang dengan type yang sama sebanyak 150 unit. Karena pabrikan bukan hanya memproduksi satu type produk. Paling ada 5 atau 6 unit sebagai contoh produk. Jika nantinya ada pesanan, baru melakukan produksi.

“setelah ada kepastian pesanan, pompanya diproduksi dulu. Nanti baru dirakit dengan engine-nya. Enginenya sendiri harus diimport dari Negara Jepang, kemudian baru dirakit bersama mesin pompanya,”

Permasalahannya menurut sumber, dari pabrikan pompa di eropa (ceko. red) yang ianya ditunjuk sebagai distributor, untuk engine “Honda”-nya, saat ini stok hanya ada 100 unit. “Terlepas jika memang pemenang memasok dari pabrikan lain, saya tidak mengetahui persisnya,” dikecualikannya.

Di Ceko menuruntya, ada tiga pabrikan. Tapi kondisinya pasti sama karena engginenya sendiri hanya tersedia 100 unit.

Selain Ceko, Negara pabrikan yang biasa masuk ke Indonesia ada dari Polandia 1 pabrikan, namanya Niagara. Kemudian Amerika ada 2 pabrikan.

Tapi apapun pabrikannya, ia memastikan tidak akan mampu mengadakan mesin pompa apung sebanyak 150 unit dalam waktu singkat. Terkecuali sekali lagi, salah satu rekanan peserta sejak awal sudah pasti 100% akan dimenangkan dan melakukan pemesanan sejak jauh-jauh hari.

Untuk sekedar diketahui, Pengadaan Pompa Apung Pemadam Kebakaran untuk Desa di Inhil ini berdasarkan penayangan dari website lpse.inhilkab.go.id dimenangkan oleh CV New Sentosa dengan Harga Penawaran Rp. 11,088 Miliar.

CV New Sentosa sendiri merupakan penawar terendah di urutan ke 7 dari 9 perusahaan yang diverifikasi.

Sementara calon pemenang dengan Harga penawaran terendah sebesar Rp 10.044 Miliar digugurkan dengan alasan ketidaksanggupan perusahaan pendukung menyediakan permintaan barang sesuai batas waktu yang terlampir dalam dokumen pengadaan.

Diterangkan setidaknya perusahaan pendukung menyanggupi memasok barang dalam waktu 45 s/d 60 Hari Kalender.

Harusnya jika lelang diadakan jauh-jauh hari, dengan ketersediaan waktu yang mencukupi, hanya dibutuhkan biaya sebesar Rp.10,44 miliar untuk mengadakan 150 unit mesin pompa apung bukannya sebesar Rp. 11,088 miliar./dro

ralat pemberitaan: harga penawaran CV Faria Sejahtera sebelumnya tertulis Rp. 10,044 miliar. Seharusnya Rp. 10,415 miliar

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s