Tajam, Dipercaya, Independent

Permasalahan UMK dan Upaya yang Dilakukan Diskop UMKM Inhil

Kadiskop UMKM Inhil DR H Dianto Mampanini SE MT

Kadiskop UMKM Inhil DR H Dianto Mampanini SE MT

Tembilahan, detikriau.org – Permasalahan yang dihadapi usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) pada umumnya bisa dibagi dalam dua faktor yakni, faktor Internal dan eksternal.

Faktor Internal seperti keterbatasan modal, lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM) dan keterbatasan Teknologi. Sedangkan faktor ekternal yakni Iklim usaha yang belum sepenuhnya kondusif, terbatasnya sarana dan prasarana usaha, Sifat Produk dengan Lifetime Pendek serta terbatasnya akses pasar.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Indragiri Hilir, DR H Dianto Mampanini, permodalan merupakan faktor utama yang diperlukan untuk mengembangkan suatu unit usaha. Kurangnya permodalan  UMKM, dikarenakan pada umumnya usaha mikro kecil dan menengah merupakan usaha perorangan atau perusahaan yang sifatnya tertutup yang mengandalkan pada modal dari si pemilik yang jumlahnya sangat terbatas.

Sedangkan sumber daya manusia merupakan titik sentral yang sangat penting untuk maju dan berkembang, sebagian besar usaha mikro dan usaha kecil tumbuh secara tradisional dan merupakan usaha keluarga yang turun temurun. Keterbatasan SDM usaha mikro dan kecil baik dari segi pendidikan formal maupun pengetahuan dan keterampilannya sangat berpengaruh terhadap manajemen pengelolaan usahanya, sehingga usaha tersebut sulit untuk berkembang dengan optimal. Di samping itu dengan keterbatasan SDM nya, unit usaha tersebut relatif sulit untuk mengadopsi perkembangan teknologi baru untuk meningkatkan daya saing produk yang dihasilkannya.

Sementara itu UMKM juga mempunyai jaringan usaha yang sangat terbatas dan kemampuan  penetrasi pasar yang rendah, oleh karena produk yang dihasilkan jumlahnya sangat terbatas dan mempunyai kualitas yang kurang kompetitif. Berbeda dengan usaha besar yang telah mempunyai jaringan yang sudah solid serta didukung dengan teknologi dan promosi yang baik. Sebagian besar UMKM masih dihadapkan pada kendala dalam informasi yang terbatas dan kemampuan akses ke sumber teknologi.

Untuk Faktor Eksternal terkait Iklim usaha belum sepenuhnya kondusif terlihat antara lain masih terjadinya persaingan yang kurang sehat antara pengusaha-pengusaha kecil dan pengusaha-pengusaha besar.

“Kurangnya informasi yang berhubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyebabkan sarana dan prasarana yang mereka miliki juga tidak cepat berkembang dan kurang mendukung kemajuan usahanya sebagaimana yang diharapkan.” Diterangkan Dianto dalam perbincangan dengan detikriau.org belum lama ini di Tembilahan.

Disamping persoalan itu, sebagian besar industri kecil menurut Dianto memiliki akses pasar yang terbatas sehingga menyebabkan produk yang dihasilkan tidak dapat dipasarkan secara kompetitif baik di pasar nasional maupun internasional.

Pada hakekatnya dikatakan mantan Kepala Dinas Cipta Karya Kab Inhil ini, Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Dengan mencermati permasalahan yang dihadapi oleh UKM, pemerintah telah melakukan berbagai upaya misalnya dengan mengupayakan iklim usaha yang kondusif antara lain dengan mengusahakan ketenteraman dan keamanan berusaha serta penyederhanaan prosedur perijinan usaha, keringanan pajak dan sebagainya.

Saat ini Pemerintah telah mengupayakan bantuan untuk memperolah modal dengan lebih mudah melalui perbankan dan berbagai lembaga keuangan lainya.

“kita juga sudah menjalin MoU dengan berbagai lembaga perbankan seperti misalnya dengan BRI. Dengan memiliki IUMK, pelaku usaha dapat memperoleh modal bahkan tanpa agunan,” contohkan Dianto

Tidak hanya itu, dalam upaya meningkatkan kemampuan, diskop UMKM Inhil juga terus melakukan berbagai pelatihan-pelatihan terutama bagi pelaku UMK agar terus menerus akan mendapatkan berbagai tambahan ilmu termasuk mengupayakan bantuan promosi agar pelaku UMK dapat memperluas pasar yang tentunya ditujukan agar pelaku UMK dapat bertahan dan diharapkan dapat lebih menumbuhkembangkan usahanya. Tandas Dianto./ dro

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s