Tajam, Dipercaya, Independent

Pecatan Marinir Merampok, Hendro Akhirnya Tewas dalam Perjalanan ke Pekanbaru

Berakhir sudah catatat kelam Hendro. Bukan karena tobat, namun pecatan Marinir yang sesat dan jadi rampok sadis tersebut tewas saat dalam perjalanan dari Tembilahan ke Pekanbaru.

PEKANBARU -Hendro (45), disertir Marinir Angkatan Laut yang menjadi tersangka perampokan toko emas di Kecamatan Air Molek Kabupaten Indragiri Hulu akhirnya meninggal dunia.

Pria yang diduga terlibat dalam aksi puluhan perampokan toko emas di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa ini menghembuskan napas terakhirnya di mobil ambulan ketika hampir sampai ke Pekanbaru, Sabtu (17/11) sekitar pukul 03.15 WIB.

Sebelumnya diketahui, Hendro berusaha melarikan diri saat penangkapan dilakukan oleh Kanit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Riau, Kompol Sapta Maulana Marpaung SIK di rumahnya di Jalan Suhada, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir.

Selain melarikan diri, dengan dua pistol di tangan yaitu FN 45 dan Colt 38, Hendro terlibat baku tembak dengan petugas sehingga salah seorang dari tim polisi yaitu Brigadir Aulia Harahap tertembak di bagian pelipis. Namun Aulia berhasil diselamatkan dan sedang menjalani perawatan di RS Puri Husada Tembilahan. Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, AKBP Onny Trimurti membenarkan hal ini.

‘’Tersangka meninggal dunia dalam perjalanan dari Tembilahan ke Pekanbaru setelah baku tembak dengan anggota Polisi. Tersangka roboh setelah tertembak,’’ kata Onny.

Ditanya apa dugaan sementara penyebab kematiannya, Onny mengatakan kehabisan darah. ‘’Dan tembakan mengenai syaraf-syaraf vital,’’ ujar Onny.

Sementara berdasarkan cerita Kanit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Riau, sebelum dibawa ke Pekanbaru, dokter dari Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan sempat memberi pertolongan pertama terhadap tersangka. Dalam perjalanan, penyidik polisi sempat memberi beberapa pertanyaan terkait beberapa aksi rampok yang pernah dilakukannya. Namun beberapa jawaban dari tersangka dinilai tidak jujur. ‘’Sudah hampir mati begini tidak mungkin saya bohong,’’ ujar Sapta menirukan pembicaraan terakhir dengan tersangka.

Bahkan menurut Sapta, dalam perjalanan tersebut tersangka sempat bergurau dan tertawa dengan tim polisi yang menangkapnya. ‘’Waktu itu semua sudah lelah. Saat kami sampai di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru, dokter yang memeriksa mengatakan tersangka sudah meninggal, diduga belum lama,’’ kata Sapta.

Mayat Hendro saat ini masih berada di RS Bhayangkara Polda Riau. Sebelum nantinya diizinkan diambil pihak keluarga, aparat perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Tiga Tersangka Masih Diburu

Sementara itu, polisi masih memburu tiga tersangka lainnya yang ikut terlibat dalam aksi perampokan di Kecamatan Air Molek dan diduga sudah melarikan diri berpencar. Mereka ditengarai juga ikut dalam beberapa kali perampokan bersama-sama dengan tersangka.

‘’Hasil kerja keras saya dan tim selama hampir dua bulan ada hasilnya. Walaupun kami memburu tersangka sampai ke Lampung, Palembang dan Jambi, akhirnya pemimpin perampok di Air Molek itu tertangkap,’’ kata Sapta.***rtc

 

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 650 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: